Sunday, June 19, 2011

IMAJINASI

Ia adalah upaya penelusuran lorong-lorong gelap tak berujung bagi pengembaraan spirit kehidupan dalam meraba dan mencari kebenaran. Ia juga gelap gulita, sehingga apapun tak nampak tanpa adanya pelita jiwa.

Seperti halnya asap dupa di altar persembahan, ia akan membumbung tinggi hingga jarak terjauh, menebar ke seluruh penjuru mata angin dan aromanya mampu menembus batas antara alam realita dan keabadian.

Karena kehidupan sesungguhnya adalah alam ide-ide yg mencari bentuk akhirnya sendiri, maka imajinasi adalah pemberi arah. Oleh karenanya, perjalanan di alam imajinasi adalah perjalanan hidup yg sesungguhnya, yg menawarkan sensasi keabadian.

Jangkauannya yg begitu luas, seluas alam semesta yg tak berbatas, telah memberi kenikmatan tersendiri bagi jiwa jiwa yg sedang berkelana menembus batas cakrawala realita kehidupan.

Imajinasi juga merupakan jiwa bagi kehidupan di alam realita, yg mengarahkan bentuk peradaban kehidupan, dan menyemarakkannya dengan pertentangan maupun perdamaian.

Bayangkanlah kita berada didalam gua yg gelap gulita, dan tak satupun realita nampak didepan kita kecuali keadaan yg gelap gulita itu sendiri, maka hal berikutnya yg akan menjadi realita adalah apapun yg masuk dipikiran kita dan kita sepakati sebagai realita. Dan imajinasi lah yg akan membimbing dan memunculkan satu per satu realita itu.
Oleh karenanya, didalam kegelapan tanpa obor, semua yg kita lakukan adalah didasarkan pada naluri bertahan dan upaya imajinatif yg diyakini sebuah langkah kebenaran. Dan pelan tapi pasti, imajinasi yg mendalam akan memperoleh pengakuan dari realita dan terus berkembang menampakan wujud akhirnya.

Karena demikian mendalamnya makna imajinasi, maka ia adalah satu satunya cara bagi jiwa untuk bisa berinteraksi dengan alam semesta, membuka tabir misteri dan menarik makna yg tersirat didalamnya . Tanpanya, upaya pencarian hanya akan bertemu realita semata, bukan substansi kehidupan.

Oleh : Zainal Arifin

No comments:

Post a Comment