Sunday, September 19, 2010

-WARNA-

Ada banyak warna yg mampu ditangkap otak manusia.
Adapula manusia yg tidak mampu membedakan warna karena kelainan dalam dirinya.
Dengan perpaduan yg tepat, Warna membuat segalanya tampak indah.
Justru akan tampak membosankan sekali bila hidup ini terdiri dari satu warna saja.

Warna putih tidak akan pernah berdebat dengan warna hitam karena keberadaan masing-2.
Warna putih dengan segala kekuatannya akan menyuarakan segala hal yg terkait dengan keberadaannya sebagai warna putih.
Warna hitam dengan lantang bak halilintar akan menyuarakan warna hitam, dan bagaimanapun si putih menentangnya, warna hitam akan tetap hitam.
Demikian juga warna-2 yg lain, mereka saling mewarnai satu sama lain, sehingga terbentuk kehidupan yg penuh warna.

Apabila berbagai macam warna ini di selaraskan, di elaborasikan, maka akan terbentuk warna putih laksana sinar matahari yg menerangi seluruh muka bumi. Yg menyehatkan jiwa dan raga kita.
Maka andaikan kita memaksakan kehendak untuk merubah warna hitam menjadi putih, sehingga musnah warna hitam dimuka bumi ini, maka sinar matahari tidak akan seputih dan sebersih saat ini, dan barangkali tidak menyehatkan lagi.

Mereka masing-2 memiliki karakteristik yg berbeda-2. Saat mereka dihadapkan dengan masalah embun pagi, mereka menunjukan jati diri mereka masing-2, dan yg terlihat justru pemandangan yg indah sebuah Pelangi. Dan mereka berjejer rapi dan tidak saling merendahkan satu sama lain.

Itulah warna, yg membuat hidup kita terasa lebih bermakna.

-zainal arifin-

Wednesday, September 15, 2010

-BADUT-

Aku geli dengan para badut dan tingkah laku mereka

Saat malam menjelang tidur, dia sering menggangguku dengan ocehannya, yg membuatku tersenyum dan tertawa sendiri, bahkan didalam mimpiku mereka masih sering melucu. Katanya ," Dirimu bukan sejati, tapi sang Badut yg berpura-pura". Lagi-2 aku tertawa mendengarnya.

Lalu dipagi hari saat aku menikmati sebatang rokok, dia duduk disebelahku, sambil terus memandangiku dan bertingkah lucu. Saat aku coba mengusirnya, dia malah tertawa-tawa dan berkata,"Mereka yg mengganggap dirinya sejati, adalah Badut yg lebih menggelikan lagi".

Para Badut ini memang menampakkan diri mereka kedalam sosok dengan pakaian dan kedudukan yg beraneka ragam. Ada yg mengenakan pakaian jalanan namun dgn tingkat kebadutan yg mumpuni, ada yg bak raja namun ocehannya membosankan.

Di tepi jalan saat aku menuju kantor, kulihat mereka meminta-2 dengan membawa bayi sewaan dan berjalan sambil seolah-2 kaki mereka sedang terluka. Mereka ini adalah kelompok lalat yg cukup puas dengan gemerincing logam.

Lalu kelompok para sopir angkutan umum yg saling salip mengejar penumpang, tapi ketika di pangkalan mereka merokok dan minum kopi bersama sambil tertawa riang.

Di institusi pemerintahan aku menemukan mereka disemua lapisan, yg sering makan minum gratis, asal mereka mau ikuti perintah sang culas.

Kemudian si cantik dan si tampan yg mendua dengan rayuan maut yg memabukkan, untuk mengejar tujuan semu.

Aku juga menemukannya di setiap perkumpulan, baik kecil maupun besar yg berebut simpati untuk mendapatkan dukungan atas kekuasaan menjadi Raja Badut. Mereka menjual berbagai macam bualan yg menggelikan, dengan tampilan layaknya dewa penolong yg sedang membagikan bingkisan berpesan, sambil mencoba menenun angin membuat pakaiannya.

Pendek kata, badut-2 ini ada dimana-2, terkadang tampak welas asih, terkadang penuh bualan, keangkuhan dan tidak sedikit yg seperti pengkotbah di mimbar suci.

Para badut ini adalah sisi lain dari kehidupan, yg mampu mewarnai, menyeimbangkan mental dan terkadang malah mendorong perkembangan yg lebih baik. Tentu saja dengan sudut pandang yg tepat dan benar.

Oleh: Zainal arifin

Friday, September 10, 2010

-SINGA-

Sekumpulan Singa-2 sedang berpesta wildebeest yg sengsara
Mereka menikmati sumber kehidupannya
Melepaskan rasa lapar dan haus yg tak terbendung


Di dalam pesta, sang pemimpin sedang menegaskan kembali keberadaannya
Mencoba menyingkirkan para jantan muda tak berwibawa
Lalu para jantan muda bersatu dalam auman,
yg diikuti para jantan tua yg masih kelaparan
untuk ikut berpesta pora demi kehidupan.


Perkelaian tak mungkin lagi terelakkan
Singa-2 itu, saling mengaum dan mencakar
Saling meng-intimidasi dan melupakan sang wildebeest


Sementara dari sudut lain, Hayna bersiap mengambil kesempatan
untuk menguasai sumber kehidupan yg terlupakan sejenak
Lalu menyelesaikan pesta tanpa luka
Sementara para Singa telah berdarah-darah....


Akhirnya sang Wildebeest tinggal belulang
Sebuah kehidupan telah berakhir untuk kehidupan lain


10 Sept' 2010
Zainal Arifin
(Dibuat dalam merespon Gejolak yg terjadi di Lions Clubs Indonesia pasca Konvensi Palembang)