Saturday, November 6, 2010

Syair Merapi

Kata Merapi kepada hutan belantara :
"Maafkan daku bila terpaksa harus membakar daunmu yg hijau, mengotori mahkota bumi dengan debu yg telah lama ku tahan. Sungguh, keterpaksaan ini harus terjadi demi meredam kehancuran yg lebih masif di muka bumi ini. Teman2 ku ditempat lain juga melakukan hal yg sama. Perut kami telah penuh dengan dorongan besar, dampak dari berbagai aktifitas kehidupan. Sungguh, seandainya kami diberbagai tempat melakukannya serentak, maka bumi akan terkelupas dan kehidupan pun berakhir, maka inilah cara kami untuk mendapatkan keseimbangan baru"

"Maafkanlah kami, para gunung, yg telah merepotkan para sukarelawan, para dermawan, dan seluruh pihak yg peduli dengan aksi kami ini. Percayalah, dibalik aksi kami, telah kami siapkan petunjuk yg tidak kalian duga, yaitu menguatnya solidaritas, mencairnya hati beku sang dermawan, dan meningkatnya kebersamaan diantara kalian yg akhir2 ini semakin menurun".

Lalu Kata cahaya kepada kegelapan :
"Aku tak akan membiarkan kegelapan ini berlarut2, dan telah kunyalakan obor di hati para sukarelawan dan dermawan, agar mereka menerangi duka lara di bumi Merapi, menyembuhkan jiwa dan raga yg terluka, dan mengantarkan menuju keabadian bagi jiwa2 yg telah tiada. Percayalah, sahabatku sang matahari, akan segera manampakan sinarnya kembali esok hari, dan menghapus semua kegelapan ini".

Akhirnya sang kegelapan menjawab :
"Aku telah menunggu lama keadaan ini, para pemujaku akan segera bertambah. Mereka yg telah kehilangan segalanya, akan melakukan segalanya untuk bertahan hidup. Akan aku dirikan kerajaanku disana. Wahai cahaya, Jika apa yg sedang kamu lakukan tidak berhasil menyadarkan sukarelawan dan dermawan, maka akulah penguasa disini, dan aku akan menancapkan cakar2 setan disetiap jiwa yg terhimpit masalah dan menjadikannya sebagai budak ku"

Para binatang, sungai dan angin hanya bisa mendengar percakapan mereka dan tidak bisa berbuat apa2 melihat keganasan sang Merapi. Namun dalam hati, mereka berdoa, agar sang cahaya mampu melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

Oleh: zainal arifin

Sunday, September 19, 2010

-WARNA-

Ada banyak warna yg mampu ditangkap otak manusia.
Adapula manusia yg tidak mampu membedakan warna karena kelainan dalam dirinya.
Dengan perpaduan yg tepat, Warna membuat segalanya tampak indah.
Justru akan tampak membosankan sekali bila hidup ini terdiri dari satu warna saja.

Warna putih tidak akan pernah berdebat dengan warna hitam karena keberadaan masing-2.
Warna putih dengan segala kekuatannya akan menyuarakan segala hal yg terkait dengan keberadaannya sebagai warna putih.
Warna hitam dengan lantang bak halilintar akan menyuarakan warna hitam, dan bagaimanapun si putih menentangnya, warna hitam akan tetap hitam.
Demikian juga warna-2 yg lain, mereka saling mewarnai satu sama lain, sehingga terbentuk kehidupan yg penuh warna.

Apabila berbagai macam warna ini di selaraskan, di elaborasikan, maka akan terbentuk warna putih laksana sinar matahari yg menerangi seluruh muka bumi. Yg menyehatkan jiwa dan raga kita.
Maka andaikan kita memaksakan kehendak untuk merubah warna hitam menjadi putih, sehingga musnah warna hitam dimuka bumi ini, maka sinar matahari tidak akan seputih dan sebersih saat ini, dan barangkali tidak menyehatkan lagi.

Mereka masing-2 memiliki karakteristik yg berbeda-2. Saat mereka dihadapkan dengan masalah embun pagi, mereka menunjukan jati diri mereka masing-2, dan yg terlihat justru pemandangan yg indah sebuah Pelangi. Dan mereka berjejer rapi dan tidak saling merendahkan satu sama lain.

Itulah warna, yg membuat hidup kita terasa lebih bermakna.

-zainal arifin-

Wednesday, September 15, 2010

-BADUT-

Aku geli dengan para badut dan tingkah laku mereka

Saat malam menjelang tidur, dia sering menggangguku dengan ocehannya, yg membuatku tersenyum dan tertawa sendiri, bahkan didalam mimpiku mereka masih sering melucu. Katanya ," Dirimu bukan sejati, tapi sang Badut yg berpura-pura". Lagi-2 aku tertawa mendengarnya.

Lalu dipagi hari saat aku menikmati sebatang rokok, dia duduk disebelahku, sambil terus memandangiku dan bertingkah lucu. Saat aku coba mengusirnya, dia malah tertawa-tawa dan berkata,"Mereka yg mengganggap dirinya sejati, adalah Badut yg lebih menggelikan lagi".

Para Badut ini memang menampakkan diri mereka kedalam sosok dengan pakaian dan kedudukan yg beraneka ragam. Ada yg mengenakan pakaian jalanan namun dgn tingkat kebadutan yg mumpuni, ada yg bak raja namun ocehannya membosankan.

Di tepi jalan saat aku menuju kantor, kulihat mereka meminta-2 dengan membawa bayi sewaan dan berjalan sambil seolah-2 kaki mereka sedang terluka. Mereka ini adalah kelompok lalat yg cukup puas dengan gemerincing logam.

Lalu kelompok para sopir angkutan umum yg saling salip mengejar penumpang, tapi ketika di pangkalan mereka merokok dan minum kopi bersama sambil tertawa riang.

Di institusi pemerintahan aku menemukan mereka disemua lapisan, yg sering makan minum gratis, asal mereka mau ikuti perintah sang culas.

Kemudian si cantik dan si tampan yg mendua dengan rayuan maut yg memabukkan, untuk mengejar tujuan semu.

Aku juga menemukannya di setiap perkumpulan, baik kecil maupun besar yg berebut simpati untuk mendapatkan dukungan atas kekuasaan menjadi Raja Badut. Mereka menjual berbagai macam bualan yg menggelikan, dengan tampilan layaknya dewa penolong yg sedang membagikan bingkisan berpesan, sambil mencoba menenun angin membuat pakaiannya.

Pendek kata, badut-2 ini ada dimana-2, terkadang tampak welas asih, terkadang penuh bualan, keangkuhan dan tidak sedikit yg seperti pengkotbah di mimbar suci.

Para badut ini adalah sisi lain dari kehidupan, yg mampu mewarnai, menyeimbangkan mental dan terkadang malah mendorong perkembangan yg lebih baik. Tentu saja dengan sudut pandang yg tepat dan benar.

Oleh: Zainal arifin

Friday, September 10, 2010

-SINGA-

Sekumpulan Singa-2 sedang berpesta wildebeest yg sengsara
Mereka menikmati sumber kehidupannya
Melepaskan rasa lapar dan haus yg tak terbendung


Di dalam pesta, sang pemimpin sedang menegaskan kembali keberadaannya
Mencoba menyingkirkan para jantan muda tak berwibawa
Lalu para jantan muda bersatu dalam auman,
yg diikuti para jantan tua yg masih kelaparan
untuk ikut berpesta pora demi kehidupan.


Perkelaian tak mungkin lagi terelakkan
Singa-2 itu, saling mengaum dan mencakar
Saling meng-intimidasi dan melupakan sang wildebeest


Sementara dari sudut lain, Hayna bersiap mengambil kesempatan
untuk menguasai sumber kehidupan yg terlupakan sejenak
Lalu menyelesaikan pesta tanpa luka
Sementara para Singa telah berdarah-darah....


Akhirnya sang Wildebeest tinggal belulang
Sebuah kehidupan telah berakhir untuk kehidupan lain


10 Sept' 2010
Zainal Arifin
(Dibuat dalam merespon Gejolak yg terjadi di Lions Clubs Indonesia pasca Konvensi Palembang)

Monday, August 23, 2010

- IDUL FITRI -

Hari ini, di Taman Firdaus,...
Bunga-2 memancarkan semerbak harum kedamaian
Sungai-2 mengalirkan kesegaran bagi jiwa-jiwa yang ihklas
Dan burung-2 bersenandung nyanyian kebesaran Illahi
Allah hu akbar....Allah Maha Besar...

Sementara di singgasana Arsy,....
Sedang diadakan pesta jamuan pengampunan dosa
dan penebusan janji atas pembebasan dari panasnya api neraka
Bagi jiwa-jiwa yang telah disucikan oleh Nya, lewat ber puasa sebulan penuh
Dan para Malaikat serta Jin turut bertasbih... menyanyikan hymne suci..
Allah hu akbar....Allah Maha Besar

Hari ini....
Sang kegelapan bersembunyi gundah..
Sambil menyaksikan nyanyian dan tarian kemenangan sebuah kedamaian
dan mendengarkan pekikan suci sang pemenang

Dan dibumi ini...
Telah dikumandangkan pula sabda perdamaian
Agar spirit disetiap agama dan keyakinan, tetap dalam kedamaian
Laksana kedamaian sungai-2 yg mengalir menuju misteri samudra
Dan agar jiwa-jiwa manusia dapat saling memaafkan
untuk meneruskan kembali perjalanan suci
menuju keabadian.

Semuanya itu aku dengar dan aku lihat dengan jelas
dengan telinga dan mata kepalaku sendiri,
di mimpiku tadi malam

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
Bebaskan jiwa-mu dari ego-mu...
dari perasaan dendam dan amarah
Untuk menerima permintaan maaf yg tulus
atas jiwa-jiwa yg tersesat.....

Jkt, 23 Agt 2010
Oleh : Zainal Arifin

- HARMONI ALAM DI TEPI PANTAI -

Sungguh menyenangkan melihat anak-2 bermain pasir di tepi pantai.
Mereka ada tiga kelompok sedang membuat bangunan dari Pasir Pantai.
Sementara sedang asyik menumpuk pasir membuat bangunan, tiba-2 datang gelombang pasang mengancurkan bangunan pasir mereka, lalu mereka sekalian menginjak-2 bangunan itu hingga rata dengan pantai.

Selanjutnya mereka tertawa riang bersama dengan kicau burung Camar dan gemuruh gelombang Samudra.

Lalu mereka menyusun bangunan kembali yg hancur itu dengan yang lebih bagus lagi, sambil terus tertawa riang, sementara kicau burung Camar dan Gemuruh Gelombang terus menyemangati mereka agar tidak putus asa.

Tuhan pun ikut tertawa riang melihat harmoni alam Nya ini.

Namun lain hal bila ada satu atau beberapa anak pantai itu berbeda pendapat dalam menyusun pasir, lalu tidak ada kata sepakat, lalu mereka menghancurkan bangunan pasir itu, dan meninggalkan pantai dengan penuh amarah, sementara Burung Camar dan gemuruh gelombang Samudra masih belum mau ikut bermain.

Perilaku mereka tentulah bertentangan dengan Harmoni Alam.

Tuhan pun ikut sedih melihat Harmoni Nya dirusak oleh satu atau beberapa anak pantai itu.

Semoga anak-2 Pantai itu bisa tetap bermain Pasir, menyusun bangunan pasir, menghancurkan nya, lalu menyusun lagi yg lebih baik, dan menghancurkannya lagi sambil terus tertawa Riang.....

Jkt, 5 Agt 2010
Oleh:Zainal Arifin
(Dibuat dalam merespon Gejolak yg terjadi di Lions Clubs Indonesia pasca Konvensi Palembang)

Saturday, August 21, 2010

- W A N I T A -

Ia ibarat ruang kosong yang tak berbatas di alam raya
Dan...para lelaki tak ubahnya seperti seluruh benda-2 angkasa yg selalu bergerak
Kemanapun mereka bergerak...ruang kosong itu akan menjadi tempat berteduhnya...
Dan..Benda-2 angkasa itu tak kan pernah mampu menggengam ruang, namun selamanya ruang akan menggengam mereka..
Andaikan mereka hancur berkeping-2, menjadi debu,...maka ruang itu akan mendinginkannya dan tanpa ragu untuk mendekapnya...
Siang dan malam...ia adalah salah satu bagian keabadian alam.

Air mata kesedihannya ibarat alam yg kehilangan gravitasi yg mampu menghentikan pergerakan seluruh benda dialam raya..
Air mata kebahagiaannya laksana kekuatan yg memberi kehidupan seluruh materi...

Kemarahannya.....adalah hari akhir kehidupan ini....

Maka tunjukan kepadaku lelaki yg membuatnya sedih...
maka akan aku tunjukan saat itu juga kepadamu sepotong batu diam, tak bergerak dan tak berguna...

Wahai para Matahari...keberadaanmu disinggah sana adalah karena kebahagiaanya...
Kecemerlangan sinarmu tak kan berarti apa-2 tanpa adanya ruang...
Dan bila habis masa mu nanti...ia akan tetap mendekapmu di keabadian...

Jkt 13 Agt 2010
zainal arifin