Monday, August 23, 2010

- IDUL FITRI -

Hari ini, di Taman Firdaus,...
Bunga-2 memancarkan semerbak harum kedamaian
Sungai-2 mengalirkan kesegaran bagi jiwa-jiwa yang ihklas
Dan burung-2 bersenandung nyanyian kebesaran Illahi
Allah hu akbar....Allah Maha Besar...

Sementara di singgasana Arsy,....
Sedang diadakan pesta jamuan pengampunan dosa
dan penebusan janji atas pembebasan dari panasnya api neraka
Bagi jiwa-jiwa yang telah disucikan oleh Nya, lewat ber puasa sebulan penuh
Dan para Malaikat serta Jin turut bertasbih... menyanyikan hymne suci..
Allah hu akbar....Allah Maha Besar

Hari ini....
Sang kegelapan bersembunyi gundah..
Sambil menyaksikan nyanyian dan tarian kemenangan sebuah kedamaian
dan mendengarkan pekikan suci sang pemenang

Dan dibumi ini...
Telah dikumandangkan pula sabda perdamaian
Agar spirit disetiap agama dan keyakinan, tetap dalam kedamaian
Laksana kedamaian sungai-2 yg mengalir menuju misteri samudra
Dan agar jiwa-jiwa manusia dapat saling memaafkan
untuk meneruskan kembali perjalanan suci
menuju keabadian.

Semuanya itu aku dengar dan aku lihat dengan jelas
dengan telinga dan mata kepalaku sendiri,
di mimpiku tadi malam

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
Bebaskan jiwa-mu dari ego-mu...
dari perasaan dendam dan amarah
Untuk menerima permintaan maaf yg tulus
atas jiwa-jiwa yg tersesat.....

Jkt, 23 Agt 2010
Oleh : Zainal Arifin

- HARMONI ALAM DI TEPI PANTAI -

Sungguh menyenangkan melihat anak-2 bermain pasir di tepi pantai.
Mereka ada tiga kelompok sedang membuat bangunan dari Pasir Pantai.
Sementara sedang asyik menumpuk pasir membuat bangunan, tiba-2 datang gelombang pasang mengancurkan bangunan pasir mereka, lalu mereka sekalian menginjak-2 bangunan itu hingga rata dengan pantai.

Selanjutnya mereka tertawa riang bersama dengan kicau burung Camar dan gemuruh gelombang Samudra.

Lalu mereka menyusun bangunan kembali yg hancur itu dengan yang lebih bagus lagi, sambil terus tertawa riang, sementara kicau burung Camar dan Gemuruh Gelombang terus menyemangati mereka agar tidak putus asa.

Tuhan pun ikut tertawa riang melihat harmoni alam Nya ini.

Namun lain hal bila ada satu atau beberapa anak pantai itu berbeda pendapat dalam menyusun pasir, lalu tidak ada kata sepakat, lalu mereka menghancurkan bangunan pasir itu, dan meninggalkan pantai dengan penuh amarah, sementara Burung Camar dan gemuruh gelombang Samudra masih belum mau ikut bermain.

Perilaku mereka tentulah bertentangan dengan Harmoni Alam.

Tuhan pun ikut sedih melihat Harmoni Nya dirusak oleh satu atau beberapa anak pantai itu.

Semoga anak-2 Pantai itu bisa tetap bermain Pasir, menyusun bangunan pasir, menghancurkan nya, lalu menyusun lagi yg lebih baik, dan menghancurkannya lagi sambil terus tertawa Riang.....

Jkt, 5 Agt 2010
Oleh:Zainal Arifin
(Dibuat dalam merespon Gejolak yg terjadi di Lions Clubs Indonesia pasca Konvensi Palembang)

Saturday, August 21, 2010

- W A N I T A -

Ia ibarat ruang kosong yang tak berbatas di alam raya
Dan...para lelaki tak ubahnya seperti seluruh benda-2 angkasa yg selalu bergerak
Kemanapun mereka bergerak...ruang kosong itu akan menjadi tempat berteduhnya...
Dan..Benda-2 angkasa itu tak kan pernah mampu menggengam ruang, namun selamanya ruang akan menggengam mereka..
Andaikan mereka hancur berkeping-2, menjadi debu,...maka ruang itu akan mendinginkannya dan tanpa ragu untuk mendekapnya...
Siang dan malam...ia adalah salah satu bagian keabadian alam.

Air mata kesedihannya ibarat alam yg kehilangan gravitasi yg mampu menghentikan pergerakan seluruh benda dialam raya..
Air mata kebahagiaannya laksana kekuatan yg memberi kehidupan seluruh materi...

Kemarahannya.....adalah hari akhir kehidupan ini....

Maka tunjukan kepadaku lelaki yg membuatnya sedih...
maka akan aku tunjukan saat itu juga kepadamu sepotong batu diam, tak bergerak dan tak berguna...

Wahai para Matahari...keberadaanmu disinggah sana adalah karena kebahagiaanya...
Kecemerlangan sinarmu tak kan berarti apa-2 tanpa adanya ruang...
Dan bila habis masa mu nanti...ia akan tetap mendekapmu di keabadian...

Jkt 13 Agt 2010
zainal arifin