Di tanah Jawa, pertunjukan wayang kulit merupakan hiburan yg selalu ramai dikunjungi penonton yg notabene adalah masyarakan desa sekitar, bahkan banyak juga yg dari desa seberang.
Didalam pewayangan, Sang Dalang adalah Figur Central yg mengendalikan emosi penonton dan seluruh wayangnya. Dia membagi peran wayang kedalam dua karakter utama, yaitu: karakter baik dan jahat. Ada pula karakter yg menyuarakan kebenaran seolah-olah pembawa pesan dari Tuhan.
Didalam setiap pertunjukan, penonton dibawa oleh Sang Dalang kedalam beragam suasana, sedih, gembira, marah, dll yg semua dimainkan dengan baik. Sang Dalang tidak akan memihak pada salah satu karakter wayang, tapi semua tokoh wayang mendapatkan perannya masing masing sesuai dengan jalan ceritanya.
Dengan diiringi alunan musik, suara nyanyian, tarian dan wejangan2 bijak, pertunjukan wayang yg baik, mampu menyampaikan pesan tertentu dengan tepat, kepada para penontonnya.
Bagaimanapun peran yang dimainkan para wayang itu, pada akhir cerita, Sang Dalang akan tetap merapikannya kembali dan menerima semua wayangnya tanpa membedakan perannya saat dipertunjukan. Termasuk tokoh wayang yg saat dimainkan sebagai tokoh jahat yg banyak dibenci penonton. Semuanya masuk kotak penyimpanan yg sama, untuk di simpan dan akan dimainkan kembali nanti di lain pertunjukan.
Karakter jahat tetap harus dimunculkan untuk menguatkan maksud pesan yg hendak disampaikan. Tanpanya, cerita jadi tak bermakna.
Justru para penontonlah yg biasanya membenci atau menyukai tokoh wayang yg dimainkan Sang Dalang hingga karakter tokoh tsb mampu berimplikasi pada prilaku nyata mereka sehari2. Sang Dalang sendiri, tetap mencintai seluruh wayangnya (dan penonton), karena baginya semua itu hanyalah media untuk menyampaikan pesan kehidupan.
Biasanya para penonton akan membentuk kelompok-kelomok kecil untuk mendiskusikan akhir pertunjukan dan bahkan mereka rela baku hantam untuk mempertahankan keyakinan kelompoknya itu akan akhir cerita nanti. kelompok-kelompok kecil penonton itu bahkan rela bertaruh nyawa demi keyakinannya itu. sebuah pertunjukan yg luar biasa.
Dan sesungguhnya, substansi pertunjukan wayang kulit itu adalah deduksi kehidupan yg lebih luas.
Itulah sekilas tentang pertunjukan wayang ditanah jawa yg selalu menarik di tonton masyarakat desa sekitar.
Oleh : Zainal Arifin
No comments:
Post a Comment